Minggu, 08 Agustus 2010

IMPIAN

 MIMPI


Banyak orang bermimpi menjadi orang besar, memiliki banyak harta, kedudukan, pangkat, jabatan, bahkan bermimpi bisa menjelajahi segala penjuru dunia kapan pun ia mau. Tetapi hal tersebut hanya sebatas mimpi. Mimpi yang seakan tak akan pernah terwujud, bahkan sangat-sangat jauh mampu diraih, bukan karena ia tidak mau, tetapi karena ia berfikir bahwa hal ini hanya sebatas mimpi.

Siapa yang salah? Apakah salah jika kita memiliki mimpi? Banyak diantara kita yang membatasi kemampuan diri kita sendiri karena kita menciptakan dinding-dinding pembatas psikis yang tentu hal tersebut menghambat perkembangan kemampuan kita secara fisik. Banyak diantara kita yang merasa tidak PD (Percaya Diri) justru ketika diberi kebebasan untuk berfikir, bertindak, untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik.

Bukan bagaimana cara anda memulai, tetapi bagaimana cara anda akan mengakhiri. Tujuan yang kabur, tidak jelas, hanya akan membuat hidup anda, pekerjaan anda menjadi sia-sia. Anda akan berjalan tanpa arah yang jelas, dan kesemuanya itu hanya akan menghabiskan waktu anda. Beberapa catatan mengenai karaktristik Visi yang baik yaitu :
1.    Merupakan mimpi. Tujuan dengan jangka panjang.
2.    Mampu menginspirasikan jiwa anda dan orang-orang disekitar anda.
3.    Merupakan Bintang di  Lautan Langit .
4.    Bermanfaat bagi orang lain.
5.    Sesuai dengan kemampuan diri.
6.    Visi maksimal terdiri dari 14 suku kata.

Lihatlah dalam diri kita baik-baik. Nilai kembali diri kita, apakah selama ini kita sudah melakukan segala sesuatunya untuk mencapai Visi besar kita. Jangan sampai terjadi hidup kita selama ini hanya menjadi sia-sia belaka karena kesalahan kita dimasa muda. Ingat, bukan bagaimana cara Anda memulai…tetapi bagaimana cara anda akan mengakhiri!

Optimis juga merupakan prasyarat lain yang membedakan antara orang yang sukses dengan orang yang gagal. Karena dengan sikap optimislah segala sesuatunya tampak lebih jelas dan terlihat mudah. Seorang yang optimis cenderung mampu menciptakan peluang baru yang menguntungkan bagi dirinya, sedangkan orang yang selalu pesimis, selalu memandang kesempatan sebagai suatu bencana meski peluang itu yang menghampirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar